Low Profile dan Good Profile

Sudah menjadi sifat alami manusia menilai dari penampilan seseorang (first impression). Kita memang selalu semena-mena dalam membuat penilaian terhadap orang lain hanya dari penampilannya. Namun betapapun kejamnya hal itu, kita tidak dapat berbuat apa-apa karena hal itu terjadi dengan sendirinya baik disadari maupun tidak disadari. Celakanya, hasil dari penilaian yang kejam itu hampir selalu sangat berpengaruh dalam membuat suatu keputusan.

Contoh konkretnya misalnya ketika seseorang melamar pekerjaan. Atau bila suatu perusahaan akan memutuskan promosi kenaikan pangkat. Seseorang dapat terlihat sangat pintar maupun sangat bodoh dengan dilihat dari penampilannya. Penampilan seseorang juga dapat membuatnya dianggap cocok jadi orang kaya ataupun tidak. Memang sudah menjadi hal yang umum dan kita semua maklum dengan pepatah yang mengatakan "Janganlah menilai orang dari penampilannya." Dan itu berlaku sangat menyeluruh. Namun tetap saja "First Impression" atau "Kesan Pertama" yang terkeluar dari diri seseorang dan tertangkap oleh pandangan orang lain itu akan sangat berpengaruh pada gambaran awal dari orang itu pada diri orang lain yang melihatnya. Bila gambaran awal itu lantas tidak diperbaiki, maka image itulah yang akan menetap pada benak orang-orang yang ada di sekitar orang itu, baik itu berupa gambaran baik ataupun buruk.
Jika berupa gambaran negatif, maka sudah pasti musibah bagi orang tersebut.

Kita mengenal istilah "low profile" yang sering diartikan dengan bersahaja. Pembawaan serta sikap yang sederhana serta ramah terhadap semua orang mungkin dapat dikaitkan dengan arti "low profile" ini. Dalam islam dikenal pula istilah tawadlu yang hampir dapat diartikan sebagai sikap merendahkan diri. Jadi, meskipun tidak sepenuhnya tepat, namun kata low profile dapat dipadankan dengan tawadlu atau merendahkan diri.

sikap low profile ini tidak baik bahkan cenderung menipu. Karena orang yang seharusnya "besar" karena sikapnya yang sangat merendah dapat membuat orang lain salah faham dan mengambil sikap menyepelekan. "Yang seharusnya bukanlah low profile melainkan good profile," demikian kata Mario.

 ketika seseorang yang mulai berbicara dengan cara yang sebaik-baiknya, disanalah letak good profile. Banyak orang dinilai sepele karena penampilannya namun ketika ia mulai berbicara, ia lebih disepelekan lagi. Jadi yang namanya good profile adalah berbicara yang baik.

dengan good profile yang hanya sekedar tatacara atau tekhnik berbicara atau menyampaikan sesuatu di hadapan orang lain. Hal yang pertama ini merupakan sebuah entitas yang mendalam dalam kehidupan seseorang, sedangkan yang kedua hanya sebuah lipstik yang dapat dipelajari siapapun tanpa perlu adanya komitment kuat yang membutuhkan integritas diri yang mumpuni. Sekarang ini banyak sekali bentuk-bentuk pelatihan singkat (hanya beberapa hari) yang dapat menjadikan seseorang mampu menawan orang lain dengan bicaranya.

Selalulah mencari sumber mata air yang benar agar dahaga kita dapat benar-benar terpunahkan. Sehebat apapun seorang motivator seperti Mario Teguh, tentu tidak akan dapat menyamai motivator yang sesungguhnya yakni para nabi. Sumber ajaran yang sejati adalah dari para utusan Tuhan itu. Tanpa mereka maka kehidupan kita akan menjadi hampa tanpa nilai-nilai.

"Jangan pernah menipu orang dengan penampilan anda yang simple dan bersahaja. Karena boleh jadi anda yang seharusnya dihormati dan disegani sesuai kedudukan anda, malah akan disepelekan oleh orang lain. (Mario Teguh) "
SHARE

Khusairi Abdy

  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
    Blogger Comment

0 komentar:

Post a Comment